You customize it 2

Sejarah Mandiri Daya Insani bermula pada 16 Juni 2009 dengan nama Rumah Mandiri Indonesia. Di penghujung tahun 2011 nama tersebut kemudian diubah menjadi Mandiri Daya Insani. Mandiri Daya Insani adalah lembaga yang berdiri dengan berlandaskan dedikasi untuk misi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan Mandiri Daya Insani senantiasa berorientasi pada peningkatan ketrampilan dan penguatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah melalui pendampingan baik secara individu maupun kelompok.

Mandiri Daya Insani menetapkan satu tujuan yakni menjadi “ Barometer pemberdayaan ekonomi nasional”. Pemberdayaan yang dilakukan adalah untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat, sehingga tumbuh wirausahawan baru secara nasional. Penerima manfaat yang telah menjadi binaan dikatakan berprestasi dilihat dari Take Home Pay ( THP ) dan dikomparasikan dengan pengukuran keberdayaan yang merujuk pada KHL Provinsi dan harga emas dengan penghitungan menurut Dr. Setiawan Budi Utomo dalam buku yang berjudul “ Metode Praktis Penetapan Nisab Zakat, Model Dinamis Berdasarkan Standar Nilai Emas dan KHL Provinsi “

Program yang menjadi unggulan Mandiri Daya Insani dalam pemberdayaan masyarakat adalah bantuan modal usaha, yang melingkupi Pemberian Modal Usaha, Pemberian Sarana Usaha dan pendampingan usaha. Modal usaha merupakan bantuan langsung berupa dana yang dipergunakan untuk modal kerja lanjutan sebagai upaya meningkatkan omzet. Sedangkan sarana usaha merupakan barang atau alat yang diberikan dengan disesuaikan dengan kebutuhan dari penerima manfaat itu sendiri. Selain pemberian modal dan sarana usaha, para penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan yang intensif, baik dalam sisi usaha, manajerial bisnis, pengembangan pribadi dan keagamaan. Sehingga diharapkan tidak hanya dari sisi ekonomi saja yang menunjukkan perubahan yang signifikan, namun diikuti dengan perubahan yang positif terkait kepribadian dan hubungan dengan Tuhan.

Adapun program penunjang lainnya yang dikelola oleh Mandiri Daya Insani diantaranya adalah kampung Perubahan dan kampung Mandiri Pangan. Dua program ini lebih mengarah kepada kebermanfaatan secara massal. Untuk kampung perubahan, yang menjadi titik tekan adalah Balai Bina Mandiri. Dimana Balai Bina Mandiri itu sendiri adalah tempat ( rumah ) masyarakat yang disewa dan di set up sedemikian rupa untuk dijadikan tempat pembinaan masyarakat, pelatihan, display produk, dan sarana kemasyarakatan yang lain. Balai Bina Mandiri ini merupakan sarana penunjang aktivitas pemberdayaan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah binaan. Aktivitas Balai Bina Mandiri dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Hal ini dikarenakan pengelolaan balai bina mandiri harus melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Tanpa adanya peran serta masyarakat maka proses pemberdayaan yang diharapkan tidak akan berjalan dengan baik.

Sedangkan untuk Kampung Mandiri Pangan berorientasi pada potensi lokal dari masyarakat yang berbasis rural atau desa. Dengan memanfaatkan potensi yang homogen dalam suatu desa, diharapkan kelompok yang menjadi binaan di desa tersebut mampu mandiri dalam penyediaan pangan.

Nama
Yayasan Mandiri Daya Insani

Tanggal pendirian
16 Juni 2009

Legal Basis
Akta Pendirian dan perubahannya

  • Notaris Irma Rachmawati, SH. No. 28 tanggal 16 Juni 2009
  • Notaris Rina Budiswara, SH. No. 04 tanggal 18 Februari 2010
  • Notaris Nuryasin Abdul D, SH. No. 17 tanggal 12 Desember 2011

Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Menkumham )
AHU – 4070.AH.01.04 tahun 2009

SK terdaftar Dinas Sosial ( Dinsos ) Kota Bandung
062/1070-Dinsos tanggal 22 Oktober 2009

Penetapan yayasan dinsos provinsi Jawa Barat
062/2656/PPSkS/2010 pada tanggal 12 Januari 2010

Nomor Pokok Wajin Pajak ( NPWP )
21.115.715.1-424.000

Kantor Pusat
Jl. Sinom V No.11
Bandung 40264, Indonesia
Telepon :022-61823852
Email : [email protected]a.org
website: www.mandiribisa.org